Flek hitam atau bercak hiperpigmentasi merupakan salah satu kondisi kulit yang cukup sering dikeluhkan. Kondisi ini ditandai dengan munculnya area kulit yang tampak lebih gelap dibandingkan sekitarnya, yang umumnya berkaitan dengan peningkatan produksi melanin. Beberapa faktor seperti paparan sinar matahari, proses peradangan pada kulit, serta perubahan hormonal dapat berperan dalam terbentuknya hiperpigmentasi, tergantung pada jenis dan penyebabnya (Lawrence et al., 2024; Sathe & Launico, 2026). Pada beberapa individu, flek hitam dapat memudar secara perlahan, namun pada kondisi tertentu dapat bertahan lebih lama sehingga memerlukan perawatan tambahan (Lawrence et al., 2024)
Salah satu teknologi yang saat ini digunakan dalam bidang dermatologi untuk membantu mengatasi masalah pigmentasi adalah picosecond laser atau yang dikenal sebagai laser pico. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan energi laser dalam durasi yang sangat singkat, yaitu dalam satuan picosecond. Durasi yang sangat cepat ini memungkinkan energi laser bekerja lebih spesifik pada target di dalam kulit, termasuk pigmen melanin, dengan paparan panas yang lebih minimal dibandingkan dengan laser konvensional (Torbeck et al., 2019).
Berbeda dengan teknologi laser yang lebih mengandalkan efek panas, laser pico bekerja melalui mekanisme yang dikenal sebagai efek fotomekanik. Mekanisme ini memungkinkan partikel pigmen di dalam kulit dipecah menjadi ukuran yang lebih kecil. Fragmen pigmen tersebut kemudian dapat dibersihkan secara alami oleh sistem tubuh, sehingga tampilan noda gelap pada kulit dapat berkurang secara bertahap (Wu et al., 2021; Torbeck et al., 2019).
Selain bekerja pada pigmen, penggunaan laser pico juga dikaitkan dengan stimulasi respons alami kulit. Literatur menunjukkan bahwa teknologi ini dapat memicu proses perbaikan kulit, termasuk dalam hal perbaikan tekstur dan kualitas kulit secara keseluruhan. Oleh karena itu, laser pico tidak hanya digunakan untuk membantu mengatasi flek hitam, tetapi juga dalam berbagai kondisi lain seperti bekas jerawat dan tanda penuaan kulit (Wu et al., 2021).
Dalam penggunaannya, laser pico umumnya menimbulkan efek samping yang ringan dan bersifat sementara. Penggunaan energi dengan durasi sangat singkat memungkinkan paparan panas pada jaringan sekitar menjadi lebih minimal. Hal ini berkontribusi terhadap rendahnya risiko kerusakan jaringan dibandingkan dengan teknologi laser lain dengan durasi yang lebih panjang. Efek samping yang muncul umumnya bersifat ringan dan sementara, seperti kemerahan setelah tindakan (Wu et al., 2021).
Di SKIN 3 Clinic, tindakan pico laser dilakukan menggunakan alat medis berstandar tinggi dan dilakukan langsung oleh Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika. Setiap pasien memiliki kondisi kulit yang berbeda, sehingga analisis menyeluruh akan dilakukan sebelum menentukan rencana perawatan. Pendekatan yang dipersonalisasi ini memastikan prosedur tetap aman sekaligus memberikan hasil yang efektif.
Di SKIN 3 Clinic, pasien dapat memperoleh panduan langsung dari Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika untuk menentukan jenis perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit masing-masing. Dengan pendekatan yang tepat, berbagai prosedur termasuk penggunaan laser dapat dilakukan secara aman untuk membantu memperbaiki tampilan kulit tanpa meningkatkan risiko gangguan kulit yang berkepanjangan.
Referensi:
Lawrence E, Syed HA, Al Aboud KM. Postinflammatory Hyperpigmentation. [Updated 2024 Nov 25]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559150/
Sathe NC, Launico MV. Melasma. [Updated 2026 Jan 31]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459271/
Torbeck, R. L., Schilling, L., Khorasani, H., Dover, J. S., Arndt, K. A., & Saedi, N. (2019). Evolution of the Picosecond Laser: A Review of Literature. Dermatologic surgery : official publication for American Society for Dermatologic Surgery [et al.], 45(2), 183–194. https://doi.org/10.1097/DSS.0000000000001697
Wu, D. C., Goldman, M. P., Wat, H., & Chan, H. H. L. (2021). A Systematic Review of Picosecond Laser in Dermatology: Evidence and Recommendations. Lasers in surgery and medicine, 53(1), 9–49. https://doi.org/10.1002/lsm.23244