Kemerahan dan munculnya benjolan/bintik merah pada wajah sering kali langsung diasosiasikan sebagai jerawat. Padahal, tidak semua kondisi tersebut merupakan jerawat. Pada beberapa kasus, gejala yang tampak justru mengarah pada rosacea, yaitu kondisi peradangan kulit kronis yang memiliki karakteristik dan mekanisme berbeda. Kesamaan tampilan inilah yang membuat rosacea dan jerawat sering kali sulit dibedakan tanpa pemahaman yang tepat.
Rosacea merupakan kondisi inflamasi kronis yang umumnya muncul di area wajah, terutama pipi, hidung, dahi, dan dagu. Gejala utamanya meliputi kemerahan yang menetap atau berulang, pembuluh darah yang tampak jelas, serta benjolan kecil yang dapat menyerupai jerawat. Sementara itu, jerawat adalah kondisi yang berkaitan dengan gangguan pada unit pilosebasea, yang melibatkan produksi minyak berlebih, penyumbatan pori, serta aktivitas bakteri. Jerawat tidak hanya muncul di wajah, tetapi juga dapat ditemukan di area dada dan punggung.
Salah satu perbedaan paling mendasar antara kedua kondisi ini adalah keberadaan komedo. Pada jerawat, komedo seperti whitehead dan blackhead merupakan ciri khas yang hampir selalu ditemukan. Sebaliknya, pada rosacea, komedo tidak ditemukan. Lesi yang muncul pada rosacea lebih berkaitan dengan proses inflamasi dan perubahan pada pembuluh darah, bukan karena penyumbatan pori seperti pada jerawat.
Rosacea sering kali dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti paparan sinar matahari, perubahan suhu, makanan tertentu, serta stres emosional yang dapat memicu kemerahan. Sementara itu, jerawat lebih berkaitan dengan faktor internal seperti produksi minyak dan perubahan hormonal, meskipun faktor eksternal juga dapat memperburuk kondisinya.
Kesalahan dalam membedakan kedua kondisi ini dapat berpengaruh pada pemilihan perawatan. Penggunaan produk atau tindakan yang ditujukan untuk jerawat, terutama yang bersifat terlalu iritatif atau membuat kulit bertambah kering, dapat memperburuk kondisi rosacea. Hal ini disebabkan karena kulit dengan rosacea umumnya lebih sensitif dan rentan mengalami iritasi. Oleh karena itu, mengenali karakteristik masing-masing kondisi menjadi langkah penting sebelum menentukan penanganan yang tepat.
Di SKIN 3 Clinic, pasien dapat memperoleh evaluasi langsung dari Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika untuk memastikan diagnosis yang tepat antara rosacea dan jerawat. Penanganan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing. Dengan penanganan yang tepat, baik rosacea maupun jerawat dapat dikontrol dengan lebih optimal dan membantu menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.
Referensi:
Picardo, M., Eichenfield, L. F., & Tan, J. (2017). Acne and Rosacea. Dermatology and therapy, 7(Suppl 1), 43–52. https://doi.org/10.1007/s13555-016-0168-8
Searle, T., Al-Niaimi, F., & Ali, F. R. (2021). Rosacea. British journal of hospital medicine (London, England : 2005), 82(2), 1–8. https://doi.org/10.12968/hmed.2020.0417
Sutaria AH, Masood S, Saleh HM, et al. Acne Vulgaris. [Updated 2023 Aug 17]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459173/