Milia merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya benjolan kecil berwarna putih, yang umumnya ditemukan di area wajah, terutama di sekitar mata, pipi, dan hidung. Karena tampilannya yang menyerupai jerawat, milia sering kali disalah artikan sebagai komedo atau jerawat ringan, padahal kondisi ini memiliki karakteristik yang berbeda secara klinis.
Milia terbentuk akibat terperangkapnya keratin di bawah permukaan kulit. Keratin merupakan protein alami yang terdapat pada lapisan luar kulit dan berfungsi sebagai pelindung. Ketika keratin tidak dapat terlepas secara normal, zat ini dapat terakumulasi dan membentuk kista kecil yang terlihat sebagai benjolan padat di permukaan kulit. Secara klinis, penyakit ini biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri atau peradangan. Benjolan yang muncul cenderung kecil, keras, dan tidak mudah hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat.
Beberapa faktor dapat berkontribusi terhadap munculnya milia. Kondisi ini dapat terjadi akibat gangguan pada proses regenerasi kulit, penggunaan produk yang bersifat oklusif, maupun sebagai respons terhadap kerusakan atau trauma pada kulit. Selain itu, milia juga dapat muncul setelah prosedur tertentu pada kulit, yang mempengaruhi struktur lapisan epidermis.
Karena sering disalahartikan sebagai jerawat, banyak orang mencoba mengatasinya dengan cara yang tidak tepat, seperti memencet atau menggunakan produk anti-jerawat yang bersifat iritatif. Pendekatan ini tidak efektif dan justru berisiko menyebabkan iritasi pada kulit. Hal ini disebabkan karena milia merupakan kista yang terletak di bawah permukaan kulit, sehingga tidak dapat dikeluarkan tanpa teknik yang tepat. Penanganan penyakit ini sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dan aman.
Di SKIN 3 Clinic, pasien dengan milia dapat memperoleh evaluasi langsung dari Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika untuk menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi kulit masing-masing. Setiap tindakan dilakukan berdasarkan evaluasi medis, sehingga pendekatan yang diberikan bersifat individual. Dengan penanganan yang tepat, masalah kulit ini dapat ditangani dengan aman serta membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat.
Referensi:
Berk, D. R., & Bayliss, S. J. (2008). Milia: a review and classification. Journal of the American Academy of Dermatology, 59(6), 1050–1063. https://doi.org/10.1016/j.jaad.2008.07.034
Gallardo Avila PP, Mendez MD. Milia. [Updated 2023 Jan 31]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560481/