Pernah melihat bintil kecil di kulit yang tidak sakit, tapi jumlahnya makin lama makin banyak? Banyak orang mengira bintil seperti ini hanya jerawat kecil, kutil biasa, atau iritasi ringan. Padahal, kondisi tersebut bisa jadi adalah molluscum contagiosum, yaitu infeksi kulit yang disebabkan oleh virus dan cukup mudah menular.
Molluscum contagiosum muncul sebagai bintil kecil berbentuk bulat, permukaannya halus, dan sering memiliki cekungan kecil di bagian tengahnya. Warnanya bisa sama seperti kulit atau sedikit kemerahan. Bintil ini biasanya tidak nyeri, sehingga sering diabaikan. Namun, karena terlihat jelas di permukaan kulit, molluscum bisa mengganggu secara penampilan dan menimbulkan kekhawatiran, terutama jika muncul di wajah atau area tubuh yang terbuka.
Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang lapisan kulit bagian atas. Penularannya terjadi melalui sentuhan langsung dengan kulit yang terinfeksi, atau lewat benda yang digunakan bersama, seperti handuk, pakaian, atau alat mandi. Pada anak-anak, penularan sering terjadi saat bermain bersama. Sementara pada orang dewasa, molluscum juga bisa menular melalui kontak intim, sehingga bintilnya muncul di area sekitar genital.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan menggaruk bintil. Saat bintil digaruk atau dipencet, virus bisa menyebar ke area kulit lain. Akibatnya, jumlah bintil bertambah dan area yang terkena menjadi lebih luas. Inilah alasan mengapa molluscum bisa tampak “menyebar” jika tidak ditangani dengan benar.
Pada banyak orang, molluscum contagiosum sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan. Namun, proses ini tidak selalu cepat. Pada sebagian orang, bintil dapat bertahan lama, muncul berulang, atau justru makin banyak. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, orang dengan kulit sensitif, atau mereka yang daya tahan tubuhnya sedang menurun.
Untuk memastikan apakah bintil tersebut adalah molluscum atau bukan, pemeriksaan oleh dokter kulit sangat dianjurkan. Biasanya, dokter dapat mengenalinya hanya dari bentuk dan tampilannya. Dengan diagnosis yang tepat, risiko salah penanganan, seperti memencet bintil sendiri di rumah, bisa dihindari.
Selain perawatan medis, pencegahan juga sangat penting. Pasien dianjurkan untuk tidak menggaruk atau memecahkan bintil, tidak berbagi handuk atau pakaian, serta menjaga kebersihan kulit. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah penularan ke orang lain maupun ke bagian tubuh sendiri.
Meski terlihat ringan, molluscum contagiosum sebaiknya tidak dianggap sepele. Penanganan yang tepat sejak awal dapat membantu mempercepat pemulihan dan mencegah penyebaran yang tidak perlu. Edukasi yang benar juga membantu pasien merasa lebih tenang dan memahami kondisi kulitnya.
Di SKIN 3 Clinic, pemeriksaan molluscum contagiosum dilakukan secara menyeluruh untuk menentukan apakah kondisi tersebut aman untuk dipantau atau perlu ditangani lebih lanjut. Pendekatan ini membantu pasien mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulitnya di SKIN 3 Clinic, tanpa tindakan berlebihan.
Seluruh pemeriksaan dan penanganan di SKIN 3 Clinic dilakukan oleh Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika, sehingga pasien mendapatkan penanganan yang aman, tepat, dan sesuai standar medis. Jika Anda menemukan bintil di kulit yang tidak kunjung hilang atau justru bertambah, konsultasi sejak dini dapat membantu mencegah masalah yang lebih besar di kemudian hari.
Sumber:
Meza-Romero, Rodrigo, Cristián Navarrete-Dechent, and Camila Downey. “Molluscum contagiosum: an update and review of new perspectives in etiology, diagnosis, and treatment.” Clinical, cosmetic and investigational dermatology (2019): 373-381. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31239742/