Polycystic Ovary Syndrome atau PCOS merupakan gangguan hormon yang cukup sering dialami oleh wanita usia produktif. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada siklus menstruasi yang tidak teratur, tetapi juga berhubungan dengan kenaikan berat badan, perubahan komposisi tubuh, resistensi insulin, peningkatan hormon androgen, hingga infertilitas. Banyak wanita dengan PCOS merasa sulit mengontrol berat badan meskipun sudah mencoba berbagai pola makan. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan jenis pola makan memegang peranan penting dalam pengelolaan PCOS.
Salah satu pola makan yang banyak diteliti mengenai PCOS adalah Mediterranean Diet. Pola makan ini menekankan konsumsi real food seperti sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, minyak zaitun, yang diproses secara minimal sehingga kandungan nutrisi dalam bahan makanan terjaga, serta membatasi makanan olahan dan lemak jenuh. Dalam jurnal yang dipublikasikan di Nutrients, para peneliti mengevaluasi kepatuhan terhadap Mediterranean Diet, pola makan harian, serta komposisi tubuh pada wanita dengan PCOS dibandingkan dengan wanita tanpa PCOS.
Hasil penelitian Barrea dkk (2019), menunjukkan bahwa wanita dengan PCOS cenderung memiliki tingkat kepatuhan yang lebih rendah terhadap Mediterranean Diet. Padahal, mereka yang lebih patuh terhadap pola makan ini menunjukkan profil kesehatan yang lebih baik. Wanita dengan PCOS yang memiliki skor rendah cenderung menunjukkan tanda peradangan dan gangguan metabolik yang lebih jelas.
Penelitian Barrea dkk (2019) juga menyoroti perbedaan kualitas asupan nutrisi. Meskipun jumlah kalori yang dikonsumsi relatif serupa, wanita dengan PCOS cenderung mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat sederhana, lemak jenuh, serta lemak omega-6. Sebaliknya, asupan serat, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak omega-3 yang bersifat anti radang justru lebih rendah. Pola makan seperti ini dapat memperburuk resistensi insulin dan peradangan yang menjadi bagian dari PCOS. Proses peradangan dan resistensi insulin yang berlanjut dapat meningkatkan risiko terhadap infertilitas, gangguan kesehatan kulit, hingga penyakit kronik seperti diabetes tipe 2 dan hipertensi.
Selain pola makan, komposisi tubuh juga menjadi perhatian penting. Melalui pemeriksaan bioelectrical impedance analysis, hasil penelitian Barrea dkk (2019), menemukan bahwa wanita dengan PCOS memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi dibandingkan wanita tanpa PCOS, meskipun memiliki indeks massa tubuh yang serupa. Mereka juga memiliki massa otot dan kualitas sel yang lebih rendah, yang ditandai dengan nilai phase angle yang lebih kecil. Kondisi ini menunjukkan bahwa PCOS tidak hanya mempengaruhi berat badan, tetapi juga distribusi dan kualitas jaringan tubuh.
Menariknya, kepatuhan terhadap Mediterranean Diet berkaitan dengan kadar hormon androgen. Wanita dengan PCOS yang mengikuti pola makan ini dengan baik cenderung memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. Hal ini penting karena peningkatan hormon androgen sering menyebabkan keluhan seperti jerawat, rambut rontok, dan pertumbuhan rambut berlebih. Pola makan yang kaya serat, lemak sehat, dan protein berkualitas membantu menekan proses inflamasi serta memperbaiki sensitivitas insulin yang berperan dalam keseimbangan hormon.
Penelitian Barrea dkk (2019), menunjukkan bahwa pengelolaan PCOS tidak bisa hanya berfokus pada pembatasan kalori atau penurunan berat badan semata. Kualitas makanan dan pola makan jangka panjang memiliki peran besar dalam memperbaiki komposisi tubuh dan kondisi metabolik. Mediterranean Diet menjadi salah satu pendekatan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan karena tidak bersifat ekstrem dan mudah disesuaikan dengan gaya hidup sehari-hari.
Pendekatan gizi yang tepat sangat penting bagi wanita dengan PCOS, terutama untuk mencegah komplikasi jangka panjang seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Dengan pola makan yang seimbang, tubuh dapat merespon insulin dengan lebih baik, peradangan berkurang, dan keseimbangan hormon lebih terjaga.
Di SKIN 3 Clinic, penanganan PCOS dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi kulit, kesehatan metabolik, serta pola makan pasien. Evaluasi nutrisi menjadi bagian penting dari perawatan karena pola makan yang tepat dapat membantu memperbaiki komposisi tubuh dan mengurangi gejala PCOS secara bertahap.
Seluruh proses evaluasi dan perawatan di SKIN 3 Clinic berada di bawah pengawasan Dokter Spesialis Gizi Klinik, sehingga pasien mendapatkan penanganan yang aman, personal, dan berbasis ilmiah. Dengan pendekatan yang tepat, PCOS dapat dikelola lebih optimal untuk mendukung kesehatan dan kualitas hidup jangka panjang.
Sumber:
Barrea L, Arnone A, Annunziata G, et al. Adherence to the Mediterranean Diet, Dietary Patterns and Body Composition in Women with Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Nutrients. 2019. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31547562/