Tahi lalat merupakan kondisi kulit yang sangat umum dan bisa dimiliki oleh siapa saja. Bentuk dan warnanya beragam, mulai dari cokelat muda hingga hitam, datar atau sedikit menonjol. Sebagian besar tahi lalat bersifat jinak dan tidak berbahaya. Namun, tidak sedikit orang bertanya, “Apakah tahi lalat saya perlu diangkat?” atau “Kalau sudah diangkat, apakah bisa tumbuh lagi?”. Pertanyaan ini wajar karena tidak semua perubahan pada tahi lalat bisa dikenali dengan mudah.
Secara medis, tahi lalat terbentuk dari kumpulan sel pigmen di kulit. Selama bertahun-tahun, tahi lalat bisa tetap sama tanpa menimbulkan masalah. Akan tetapi, dalam beberapa kondisi tertentu, tahi lalat perlu diperiksa lebih lanjut oleh dokter. Hal ini penting karena sebagian kecil tahi lalat dapat berubah menjadi lesi yang berisiko jika tidak terdeteksi sejak d
Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah perubahan. Tahi lalat yang awalnya kecil lalu membesar, berubah warna menjadi lebih gelap atau tidak merata, serta memiliki bentuk yang tidak simetris sebaiknya segera diperiksakan. Selain itu, tahi lalat yang sering terasa gatal, nyeri, mudah berdarah, atau mengalami luka berulang juga tidak boleh diabaikan. Menurut panduan medis, perubahan-perubahan ini menjadi alasan utama dokter merekomendasikan pemeriksaan lanjutan atau pengangkatan tahi lalat.
Dokter biasanya menggunakan pendekatan sederhana untuk menilai tahi lalat, seperti melihat bentuk, warna, tepi, ukuran, dan apakah ada perubahan dari waktu ke waktu. Pendekatan ini membantu dokter menentukan apakah tahi lalat masih tergolong aman atau sudah perlu tindakan medis. Bila tampilan tahi lalat mencurigakan, dokter dapat menyarankan biopsi, yaitu pengambilan jaringan untuk diperiksa di laboratorium.
Pengangkatan tahi lalat tidak selalu berarti ada penyakit serius. Dalam banyak kasus, tindakan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dan atau untuk memastikan diagnosis yang akurat. Prosedurnya relatif sederhana dan dilakukan dengan teknik medis yang aman. Tahi lalat akan diangkat sebagian atau seluruhnya, tergantung kondisi, lalu jaringan tersebut diperiksa lebih lanjut untuk memastikan tidak ada sel yang berbahaya.
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah apakah tahi lalat bisa tumbuh kembali setelah diangkat. Jawabannya tergantung pada teknik pengangkatan dan kedalaman sel pigmen yang diangkat. Jika tahi lalat diangkat hingga ke dasarnya, kemungkinan besar tidak akan muncul kembali di lokasi yang sama. Namun, pada beberapa kasus, bisa terlihat kembali pigmen di area bekas pengangkatan karena masih ada sisa sel pigmen yang sebelumnya tidak terlihat. Hal ini berbeda dengan munculnya tahi lalat baru di area kulit lain, yang merupakan proses alami tubuh.
Penting untuk diingat bahwa mengangkat tahi lalat sendiri di rumah sangat tidak dianjurkan. Cara ini berisiko menimbulkan infeksi, perdarahan, dan bekas luka yang kurang baik secara estetis. Selain itu, pengangkatan tanpa pemeriksaan jaringan membuat dokter tidak dapat memastikan apakah tahi lalat tersebut benar-benar aman. Karena itu, pemeriksaan oleh dokter tetap menjadi langkah terbaik.
Pemeriksaan dan pengangkatan tahi lalat sebaiknya dilakukan secara profesional agar aman dan sesuai indikasi medis. Di SKIN 3 Clinic, setiap keluhan terkait tahi lalat akan dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan visual hingga penentuan apakah diperlukan tindakan lanjutan. Pendekatan ini bertujuan memastikan keamanan pasien sekaligus hasil yang optimal, baik dari sisi kesehatan maupun estetika.
Seluruh tindakan pemeriksaan dan pengangkatan tahi lalat di SKIN 3 Clinic c, sehingga setiap keputusan medis didasarkan pada standar yang tepat dan terpercaya. Dengan konsultasi yang tepat, pasien tidak hanya mendapatkan perawatan, tetapi juga edukasi agar lebih memahami kondisi kulitnya.
Sumber :
O’Connor, Kim M., and Andy J. Chien. “Management of melanocytic lesions in the primary care setting.” Mayo Clinic Proceedings. Vol. 83. No. 2. Elsevier, 2008. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18241631/