Rambut rontok sering dianggap hal yang wajar karena setiap orang memang kehilangan rambut setiap hari. Namun, ketika rambut rontok terjadi secara berlebihan, mendadak, dan berlangsung cukup lama, kondisi ini bisa menimbulkan kekhawatiran. Banyak orang mengeluhkan rambut rontok saat keramas, menyisir, atau bahkan hanya menyentuh rambut, hingga membuat rambut terlihat semakin tipis.
Dalam dunia medis, salah satu penyebab paling sering dari rambut rontok berlebihan adalah kondisi yang disebut telogen effluvium. Telogen effluvium adalah gangguan siklus rambut di mana terlalu banyak rambut masuk ke fase istirahat (fase telogen) secara bersamaan. Akibatnya, rambut rontok dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan kondisi normal.
Rambut manusia memiliki siklus pertumbuhan yang terdiri dari fase tumbuh (anagen), fase transisi (catagen), dan fase istirahat (telogen). Dalam kondisi normal, hanya sekitar 10–15% rambut yang berada di fase telogen. Pada telogen effluvium, jumlah rambut yang masuk ke fase telogen meningkat drastis, sehingga rambut mudah rontok. Rambut rontok biasanya mulai terlihat sekitar 2–3 bulan setelah pemicu terjadi. Inilah alasan mengapa banyak orang tidak menyadari penyebab pasti rambut rontok yang dialaminya, karena jaraknya cukup lama dari kejadian pemicu.
Telogen effluvium dapat dipicu oleh berbagai kondisi. Stres fisik, seperti demam tinggi, infeksi berat, operasi, atau penyakit serius, merupakan penyebab yang paling sering. Selain itu, stres emosional berkepanjangan juga dapat mempengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Perubahan hormon juga berperan besar, misalnya setelah melahirkan, gangguan tiroid, atau perubahan hormon lainnya. Kekurangan nutrisi, terutama zat besi, protein, dan vitamin tertentu, turut menjadi faktor penting. Pola makan tidak seimbang atau diet ekstrim dapat menyebabkan rambut menjadi rapuh dan mudah rontok. Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat memicu kondisi ini.
Rambut rontok akibat telogen effluvium biasanya terjadi secara menyeluruh di seluruh kepala, bukan hanya di satu area tertentu. Rambut rontok terlihat lebih banyak saat keramas atau menyisir, dan rambut yang rontok umumnya memiliki akar berbentuk kecil di ujungnya. Kulit kepala biasanya tampak normal tanpa luka atau peradangan berat. Kondisi ini tidak menyebabkan kebotakan permanen. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan, rambut rontok dapat berlangsung berbulan-bulan dan sangat mempengaruhi kepercayaan diri.
Telogen effluvium termasuk jenis rambut rontok yang umumnya bersifat sementara. Setelah penyebabnya diatasi, rambut dapat tumbuh kembali secara bertahap. Namun, proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran. Rambut tidak langsung tumbuh lebat dalam waktu singkat karena mengikuti siklus pertumbuhan rambut yang alami. Penanganan yang tepat sangat penting agar pemulihan berjalan optimal. Tidak cukup hanya menggunakan produk perawatan rambut, tetapi juga perlu evaluasi medis untuk mengetahui penyebab utama rambut rontok.
Jika Anda mengalami rambut rontok berlebihan yang tidak kunjung membaik, konsultasi medis sangat dianjurkan. Di SKIN 3 Clinic, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui apakah rambut rontok yang dialami berkaitan dengan telogen effluvium atau kondisi lain. Pendekatan ini membantu menentukan perawatan yang tepat dan aman sesuai kondisi pasien.
Dengan penanganan yang sesuai, risiko rambut rontok berkepanjangan dapat diminimalkan. Di SKIN 3 Clinic, setiap pasien mendapatkan edukasi yang jelas dan perawatan berbasis medis untuk membantu memulihkan kesehatan rambut dan kulit kepala. Masalah rambut rontok sebaiknya ditangani oleh tenaga medis yang kompeten. Di SKIN 3 Clinic, pasien ditangani langsung oleh Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika yang berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan rambut dan kulit kepala. Dengan pendekatan ilmiah dan berbasis jurnal medis, perawatan dilakukan secara aman dan terarah. Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika membantu menemukan penyebab rambut rontok sejak dini serta menentukan solusi terbaik agar rambut dapat tumbuh kembali secara optimal.
Sumber:
Rebora, Alfredo. “Telogen effluvium: a comprehensive review.” Clinical, cosmetic and investigational dermatology (2019): 583-590. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31686886/