Masih Mengira Eksisi Bisa Menghilangkan Bekas Jerawat? Ini Faktanya!

Banyak pasien masih mengira bahwa bekas jerawat atau bekas cacar dapat dihilangkan dengan prosedur bedah eksisi. Padahal secara medis, bedah eksisi bukan merupakan tindakan utama untuk menangani bekas jerawat atau bekas luka akibat peradangan kulit. Kesalahpahaman ini sering terjadi karena bedah eksisi dikenal sebagai prosedur untuk mengangkat jaringan kulit tertentu, sehingga sebagian orang menganggap tindakan ini juga dapat menghilangkan bekas luka pada kulit.

Eksisi adalah prosedur bedah minor yang digunakan untuk mengangkat jaringan kulit yang tidak normal. Dalam dunia medis, eksisi dilakukan dengan mengangkat jaringan hingga batas kulit yang sehat, kemudian luka ditutup kembali dengan jahitan. Prosedur ini umumnya digunakan untuk kondisi seperti tahi lalat yang berubah bentuk, kista, benjolan di bawah kulit, atau lesi kulit yang memerlukan pemeriksaan histopatologi jaringan lebih lanjut melalui biopsi. Dengan demikian, tujuan utama eksisi adalah mengangkat jaringan abnormal, bukan memperbaiki tekstur permukaan kulit.

Bekas jerawat dan bekas cacar merupakan jenis jaringan parut yang terbentuk akibat proses peradangan pada kulit. Saat terjadi peradangan, struktur kolagen pada kulit dapat mengalami kerusakan, sehingga meninggalkan perubahan tekstur berupa cekungan atau permukaan kulit yang tidak rata. Berdasarkan berbagai literatur dermatologi, penanganan bekas jerawat lebih berfokus pada stimulasi regenerasi kulit dan pembentukan kolagen baru, bukan pengangkatan jaringan seperti pada prosedur eksisi standar.

Karena karakteristik bekas jerawat dan bekas cacar berbeda dengan jaringan kulit yang tumbuh atau menonjol, eksisi bukan menjadi pilihan utama dalam perawatan scar. Sebaliknya, beberapa prosedur yang lebih sering digunakan untuk menangani bekas jerawat dan bekas cacar adalah terapi laser, microneedling, dan subsisi. Terapi laser membantu memperbaiki tekstur kulit dan merangsang produksi kolagen. Microneedling bekerja dengan menciptakan stimulasi regenerasi kulit melalui luka mikro terkontrol. Sementara itu, subsisi dilakukan untuk melepaskan jaringan parut yang menarik kulit ke bawah sehingga cekungan pada kulit dapat membaik secara bertahap.

Penanganan bekas jerawat dan bekas cacar sebaiknya selalu diawali dengan diagnosis yang tepat oleh dokter spesialis kulit. Hal ini penting karena setiap jenis bekas luka memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari bekas luka tipe cekungan dangkal hingga yang lebih dalam. Tanpa evaluasi medis yang tepat, pemilihan prosedur yang tidak sesuai justru dapat memberikan hasil yang kurang optimal atau bahkan berisiko terhadap kondisi kulit. Oleh karena itu, pemeriksaan klinis menjadi langkah awal yang penting sebelum menentukan jenis perawatan yang paling sesuai dengan kondisi kulit pasien.

Di SKIN 3 Clinic, setiap keluhan kulit akan dievaluasi secara menyeluruh melalui pemeriksaan medis. Pendekatan ini bertujuan membantu memastikan keamanan pasien sekaligus memberikan hasil perawatan yang optimal, baik dari sisi kesehatan kulit maupun estetika. 

Seluruh pemeriksaan dan tindakan di SKIN 3 Clinic dilakukan di bawah pengawasan Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika, sehingga setiap keputusan medis didasarkan pada standar yang tepat dan terpercaya. Dengan konsultasi yang tepat, pasien tidak hanya mendapatkan perawatan, tetapi juga edukasi agar lebih memahami kondisi kulitnya.

Referensi

Connolly, D., Vu, H. L., Mariwalla, K., & Saedi, N. (2017). Acne Scarring-Pathogenesis, Evaluation, and Treatment Options. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 10(9), 12–23..

Ramsey ML et al. Skin Biopsy. StatPearls. NCBI Bookshelf.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470457

Weir CB, St.Hilaire NJ. Epidermal Inclusion Cyst. StatPearls. NCBI Bookshelf.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532310

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top