Kenapa Jerawat Masih Timbul Setelah Treatment? Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak orang merasa bingung dan kecewa ketika jerawat masih muncul meskipun sudah menjalani berbagai treatment di klinik. Tidak sedikit yang berpikir bahwa treatment yang dilakukan tidak efektif, padahal jerawat sempat membaik sebelumnya. Kondisi ini sering menimbulkan rasa frustrasi, terutama jika jerawat muncul kembali di area yang sama atau terasa lebih meradang dari sebelumnya.

Secara medis, jerawat atau acne vulgaris merupakan penyakit kulit kronis dengan proses yang kompleks. Dalam penelitian Weiping dkk. (2025), dijelaskan bahwa jerawat tidak hanya terjadi di permukaan kulit, tetapi melibatkan peradangan jangka panjang, aktivitas kelenjar minyak, bakteri kulit, serta faktor internal seperti genetik, hormon dan respon imun tubuh. Karena itu, hilangnya jerawat yang tampak di luar tidak selalu berarti proses di dalam kulit sudah benar-benar selesai.

Salah satu alasan utama jerawat masih muncul setelah treatment adalah karena peradangan di lapisan kulit yang lebih dalam belum sepenuhnya terkontrol. Banyak prosedur klinik bertujuan membersihkan pori dan mengurangi jerawat yang aktif, tetapi membutuhkan waktu agar aktivitas kelenjar minyak dan respon inflamasi menjadi stabil. Dalam penelitian Weiping dkk. (2025), dijelaskan bahwa jerawat membutuhkan terapi berkelanjutan, bukan hanya tindakan sesaat, agar kekambuhan dapat dicegah.

Faktor hormon juga memiliki peran besar dalam jerawat yang terus berulang. Fluktuasi hormon, terutama hormon androgen, dapat meningkatkan produksi sebum meskipun pasien sudah menjalani treatment. Kondisi ini sering terjadi pada jerawat dewasa, jerawat menjelang menstruasi, atau jerawat yang dipicu stres. Dalam penelitian Weiping dkk. (2025), disebutkan bahwa tanpa pengelolaan faktor hormonal, jerawat cenderung bersifat kambuhan walaupun perawatan kulit sudah dilakukan dengan baik.

Selain itu, gaya hidup seringkali menjadi pemicu yang tidak disadari pasien. Pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan, kurang tidur, serta stres berkepanjangan dapat meningkatkan peradangan sistemik dalam tubuh. Dalam penelitian Weiping dkk. (2025), dijelaskan bahwa peradangan sistemik berkontribusi terhadap aktivitas jerawat, sehingga treatment klinik perlu didukung dengan perbaikan kebiasaan sehari-hari agar hasilnya lebih optimal.

Kesalahan dalam perawatan kulit setelah treatment juga dapat memperburuk kondisi jerawat. Penggunaan skincare yang tidak sesuai, terlalu sering mengganti produk, atau penggunaan bahan aktif secara berlebihan dapat merusak skin barrier. Kulit yang iritasi menjadi lebih sensitif dan mudah meradang. Dalam penelitian Weiping,dkk. (2025), dijelaskan bahwa gangguan skin barrier dapat memperlambat penyembuhan jerawat dan memicu munculnya lesi baru meskipun treatment sudah dilakukan.

Ekspektasi yang terlalu tinggi juga sering membuat pasien merasa treatment tidak berhasil. Perlu dipahami bahwa jerawat tidak dapat sembuh total dalam satu atau dua kali tindakan. Dalam penelitian Weiping dkk. (2025), dijelaskan bahwa perbaikan jerawat bersifat bertahap dan memerlukan konsistensi. Pada beberapa orang, jerawat masih dapat muncul di awal fase perawatan sebelum kondisi kulit benar-benar stabil.

Jenis jerawat yang berbeda juga memerlukan pendekatan yang berbeda. Jerawat komedonal, inflamasi, maupun jerawat dewasa memiliki karakteristik tersendiri. Jika treatment tidak disesuaikan dengan jenis jerawat dan kondisi kulit pasien, hasilnya tidak akan maksimal. Oleh karena itu, evaluasi ulang sangat penting bila jerawat tetap muncul setelah treatment.

Pendekatan terbaik dalam menangani jerawat adalah kombinasi antara tindakan klinik, perawatan rumahan yang tepat, serta pengelolaan faktor internal. Dengan memahami bahwa jerawat merupakan kondisi kronis, pasien dapat memiliki ekspektasi yang lebih realistis dan mengikuti rencana perawatan dengan lebih konsisten.

Di SKIN 3 Clinic, penanganan jerawat dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi kulit, riwayat treatment, serta faktor gaya hidup. Pendekatan ini membantu memastikan bahwa jerawat yang masih muncul setelah treatment dapat ditangani secara lebih tepat dan berkelanjutan di SKIN 3 Clinic.

Seluruh perawatan jerawat di SKIN 3 Clinic berada di bawah pengawasan Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika, sehingga setiap pasien mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana terapi yang sesuai dengan kebutuhan kulitnya. Dengan penanganan yang tepat dan konsisten, jerawat yang masih muncul setelah treatment dapat dikendalikan dengan lebih baik.

Sumber:Xu, Weiping, et al. “Acne vulgaris: advances in pathogenesis and prevention strategies.” European Journal of Clinical Microbiology & Infectious Diseases 44.3 (2025): 515-532. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39815129/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top